Minggu, 27 Februari 2011

Penalaran Deduktif

Metode Penalaran Deduktif (Umum-Khusus) adalah cara berpikir dengan berdasarkan suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan.

Penalarn Induktif terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya :

*Silogisme Kategorial
disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Premis yang mengandung predikat dalam kesimpulan disebut dengan premis mayor, sedangkan premis yang mengandung subjek dalam kesimpulan disebut dengan premis minor.

Silogisme kategorial terjadi dari tiga proposisi, yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus : Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)

Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Contoh :

My : Semua makhluk hidup bernafas
Mn : Burung adalah makhluk hidup
K : Burung bernafas

*Silogisme Hipotesis
terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis adalah, apabila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh :

My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Udara tidak ada.
K : Jadi, makhluk hidup akan mati.

*Silogisme Alternatif
terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh :

My : Anton berada di Rumah atau Kampus.
Mn : Anton berada di Kampus.
K : Jadi, Anton tidak berada di Rumah.

*Silogisme Entimen
yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh :

Mn : Anton menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam Kejuaraan Badminton itu.
K : Anton telah memenangkan Kejuaran Badminton ini, karena itu Anton berhak menerima hadiahnya


"referensi dari wikipedia, kuroinoshiroyuki.blogspot.com, dan aristobe74.blogspot.com"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar